Sabtu, 29 November 2014

KEBIJAKAN MENAIKAN HARGA (BBM) YANG DILAKUKAN REZIM JOKOWI ITU ADALAH CERMINAN IDEOLOGI KOMUNISME


Sosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi. Dalam perkembangannya, Lenin dan Stalin berhasil mendirikan negara “komunis”. Istilah “sosialis” lebih disukai daripada “komunis” karena dirasa lebih terhormat dan tidak menimbulkan kecurigaan. 
Dengan adanya Penjelasan di atas, dapat kita renungi dan kita kaji tentang Fenomena yang telah terjadi di Negara Republik Indonesia akhir-akhir ini, Belum genab sebulan berkuasa Presiden JOKOWI beserta wakilnya dan para Mentri sebagai pembantu di kabinetnya, tanpa sungkan menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari harga semula Rp.6.500 di naikkan ke angka Rp.8.500. Jelas kenaikan harga BBM ini sangat memberatkan Rakyat Indonesia, karna kenaikan harga BBM ini sudah pastinya di ikuti kenaikan harga-harga bahan pokok lainnya. Menurunnya daya beli masyarakat di sebabkan ketidakmampuan masyarakat terhadap daya beli barang-barang di pasaran. Pendapatan Masyarakat yang kecil tidak sebanding dengan tingkat daya beli  yang meningkat. Gaji para Masyarakat di negeri ini mulai dari buruh , pegawai swasta sampai dengan PNS tidak kunjung naik. Pemerintah Daerah mulau dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota tidak berani mengambil resiko untuk menaikan UMP dan UMK di daerahnya masing-masin.
Semua hal ini menjadi tanda tanya besar dan sangat di sesali oleh para Pemikir yang ada di Negeri ini. Sebab Kabinet Kerja yang di Pimpin oleh JOKOWI berani menaikan harga BBM dikala Harga Minyak Global menurun draktis Setelah sekian lama berada di atas harga Rp 10.000, harga pertamax akhirnya turun menjadi di bawah Rp 10.000. PT Pertamina (Persero) menyatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis pertamax turun dari Rp 10.200 per liter menjadi Rp 9.950 per liter Sabtu (22/11/2014: KOMPAS).
Sebenarnya ada apa dengan Kebijakan menaikan Harga BBM yang di lakukan Rezim Jokowi, Pengakuan sementara dari kalangan yang pro Pemerintah mengatakan bahwa "Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) punya alasan kuat ingin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Salah satu alasannya karena anggaran subsidi BBM yang masih sangat besar".
Ditambahkan lagi oleh Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan belum bisa memastikan dari mana tambahan anggaran Rp 85,7 triliun yg rencana akan di ambil dari anggaran Kenaikan BBM, yang mana anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur 2015 - Jakarta(25/11/2014;KOMPAS).
Dari stapman yang di kemukakan PS Brodjonegoro yang menyatakan  bahwa anggaran yang terkumpul dari Kenaikan BBM  rencananya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini kedengaran nya baik, Tetapi coba anda kaji dengan  seksama, secara logikanya; “Apakah pantas Negara mengorbankan kesejahtraan masyarakatnya dengan menaikan harga BBM demi pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur”. Bagaimana menurut anda ?? silakan jawab dalam  hati nurani anda ??. 
Negara melibatkan Rakyat untuk melaksanakan kebijakan pembangunan dalam satu pemerintahan itu benar  dan tidak dapat di munafikan. Tetapi melibatkan Seluruh Rakyat untuk menanggung penderitaan itu bukanlah hal yang baik. Pelaksanaan pembangunan yang di lakukan Rezim JOKOWI dengan di Naikkannya harga BBM itu jelas-jelas sudah merampas hak Kemerdekaan seluruh Rakyat Indonesia untuk mendapatkan kesejahtraan di negeri ini. Kebijakan ini sesungguhnya telah melanggar  isi Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat yang berbunyi; 
"Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan  rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dimana Letak Peranan Pemerintah Rezim Jokowi yang seharusnya melindungi masyarakatnya tetapi secara fakta Kebijakan yang di ambil Rezim ini tidak sama sekali berpihak pada rakyat. Kebijakan Menaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di lakukan Rezim Jokowi kali ini, Telah mengingatkan kita pada Prinsip Komunisme atau dengan nama lainnya ada yang menyebut idiologi Sosialis. Satu Semboyan Komunisme yg tidak asing lagi kita dengarkan yaitu : “Satu Untuk Semua dan Semua untuk Satu”. Telah tercermin dalam Kebijakan yang di ambil Rezim Jokowi Kali ini, Ciri-Ciri Pemerintahan Komunis selalu mengatasnamakan Rakyat, demi Rakyat, demi Kesejahtraan Rakyat itu merupakan cerita mati. Mengorbankan Penderitaan Rakyat untuk Kepentingan Negara itu merupakan satu cerminan pelaksanaan semboyan Komunisme: “Satu Untuk Semua dan Semua untuk Satu”. Jika Negara susah Rakyat berkewajiban untuk turut serta mengorbankan jiwa, raga, Materi Maupun formil. Hal inilah yang sebenar-benarnya terjadi saat ini, Rezim Jokowi Tega Melemparkan Bola Panas para Rakyatnya (Kebijakan Kenaikan BBM), seolah-olah Rakyat berkewajiban Bela Negara saat ini di karnakan kondisi Negara yang dianggap tidak mampu dalam segi Permodalan. 
"Bagaimana apakah anda Pernah terpikirkan hal itu semua...???, apakah anda sudah mengerti dan faham maksut dan taktik yang di jalankan oleh Rezim saat ini....??? Semoga Tuhan dapat membantu memecahkan masyalah ini karna Tuhan pastinya lebih maha mengetahui, dan semoga kita selalu tabah dan selalu dalam lindungan Tuhan...AMIN   >>>> ( By.Nazie aL Ghazali )    


DAFTAR PUSTAKA :

SOSIALISME SEBAGAI IDEOLOGI POLITIK -------- Oleh Drs. Sri Agus, M.Pd. (http://serbasejarah.wordpress.com/2009/04/18/sosialisme-sebagai-ideologi-politik/)

MEDIA CETAK KOMPAS

UUD 1945



Tidak ada komentar: