Sosialisme
(sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang
berarti kemasyarakatan. Empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1)
sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali
Mudhofir, 1988). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan
komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya
melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa
kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi. Dalam
perkembangannya, Lenin dan Stalin berhasil mendirikan negara “komunis”. Istilah
“sosialis” lebih disukai daripada “komunis” karena dirasa lebih terhormat dan
tidak menimbulkan kecurigaan.
Dengan
adanya Penjelasan di atas, dapat kita renungi dan kita kaji tentang Fenomena
yang telah terjadi di Negara Republik Indonesia akhir-akhir ini, Belum genab
sebulan berkuasa Presiden JOKOWI beserta wakilnya dan para Mentri sebagai
pembantu di kabinetnya, tanpa sungkan menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari harga
semula Rp.6.500 di naikkan ke angka Rp.8.500. Jelas kenaikan harga BBM ini
sangat memberatkan Rakyat Indonesia, karna kenaikan harga BBM ini sudah
pastinya di ikuti kenaikan harga-harga bahan pokok lainnya. Menurunnya daya
beli masyarakat di sebabkan ketidakmampuan masyarakat terhadap daya beli barang-barang
di pasaran. Pendapatan Masyarakat yang kecil tidak sebanding dengan tingkat
daya beli yang meningkat. Gaji para Masyarakat
di negeri ini mulai dari buruh , pegawai swasta sampai dengan PNS tidak kunjung
naik. Pemerintah Daerah mulau dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota tidak berani
mengambil resiko untuk menaikan UMP dan UMK di daerahnya masing-masin.
Semua
hal ini menjadi tanda tanya besar dan sangat di sesali oleh para Pemikir yang
ada di Negeri ini. Sebab Kabinet Kerja yang di Pimpin oleh JOKOWI berani
menaikan harga BBM dikala Harga Minyak Global menurun draktis Setelah sekian
lama berada di atas harga Rp 10.000, harga pertamax akhirnya turun menjadi di
bawah Rp 10.000. PT Pertamina (Persero) menyatakan, harga bahan bakar minyak
(BBM) non-subsidi jenis pertamax turun dari Rp 10.200 per liter menjadi Rp
9.950 per liter Sabtu (22/11/2014: KOMPAS).
Sebenarnya
ada apa dengan Kebijakan menaikan Harga BBM yang di lakukan Rezim Jokowi,
Pengakuan sementara dari kalangan yang pro Pemerintah mengatakan bahwa
"Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) punya alasan kuat ingin menaikkan
harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Salah satu alasannya karena anggaran
subsidi BBM yang masih sangat besar".
Ditambahkan
lagi oleh Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan belum bisa
memastikan dari mana tambahan anggaran Rp 85,7 triliun yg rencana akan di ambil
dari anggaran Kenaikan BBM, yang mana anggaran tersebut rencananya akan
digunakan untuk pembangunan infrastruktur 2015 - Jakarta(25/11/2014;KOMPAS).
Dari
stapman yang di kemukakan PS Brodjonegoro yang menyatakan bahwa anggaran yang terkumpul dari Kenaikan
BBM rencananya akan digunakan untuk
pembangunan infrastruktur. Hal ini kedengaran nya baik, Tetapi coba anda kaji
dengan seksama, secara logikanya;
“Apakah pantas Negara mengorbankan kesejahtraan masyarakatnya dengan menaikan
harga BBM demi pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur”. Bagaimana menurut anda
?? silakan jawab dalam hati nurani anda
??.
Negara
melibatkan Rakyat untuk melaksanakan kebijakan pembangunan dalam satu
pemerintahan itu benar dan tidak dapat
di munafikan. Tetapi melibatkan Seluruh Rakyat untuk menanggung penderitaan itu
bukanlah hal yang baik. Pelaksanaan pembangunan yang di lakukan Rezim JOKOWI
dengan di Naikkannya harga BBM itu jelas-jelas sudah merampas hak Kemerdekaan
seluruh Rakyat Indonesia untuk mendapatkan kesejahtraan di negeri ini. Kebijakan
ini sesungguhnya telah melanggar isi
Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat yang berbunyi;
"Kemudian
dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan
yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dimana
Letak Peranan Pemerintah Rezim Jokowi yang seharusnya melindungi masyarakatnya
tetapi secara fakta Kebijakan yang di ambil Rezim ini tidak sama sekali
berpihak pada rakyat. Kebijakan Menaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di
lakukan Rezim Jokowi kali ini, Telah mengingatkan kita pada Prinsip Komunisme
atau dengan nama lainnya ada yang menyebut idiologi Sosialis. Satu Semboyan Komunisme
yg tidak asing lagi kita dengarkan yaitu : “Satu
Untuk Semua dan Semua untuk Satu”. Telah tercermin dalam Kebijakan yang di
ambil Rezim Jokowi Kali ini, Ciri-Ciri Pemerintahan Komunis selalu mengatasnamakan
Rakyat, demi Rakyat, demi Kesejahtraan Rakyat itu merupakan cerita mati. Mengorbankan
Penderitaan Rakyat untuk Kepentingan Negara itu merupakan satu cerminan
pelaksanaan semboyan Komunisme: “Satu Untuk Semua dan Semua untuk Satu”. Jika
Negara susah Rakyat berkewajiban untuk turut serta mengorbankan jiwa, raga,
Materi Maupun formil. Hal inilah yang sebenar-benarnya terjadi saat ini, Rezim
Jokowi Tega Melemparkan Bola Panas para Rakyatnya (Kebijakan Kenaikan BBM),
seolah-olah Rakyat berkewajiban Bela Negara saat ini di karnakan kondisi Negara
yang dianggap tidak mampu dalam segi Permodalan.
"Bagaimana apakah anda Pernah terpikirkan hal itu semua...???, apakah anda sudah
mengerti dan faham maksut dan taktik yang di jalankan oleh Rezim saat ini....??? Semoga Tuhan dapat membantu memecahkan masyalah ini karna
Tuhan pastinya lebih maha mengetahui, dan semoga kita selalu tabah dan selalu dalam lindungan Tuhan...AMIN >>>> ( By.Nazie aL Ghazali )
DAFTAR
PUSTAKA :
SOSIALISME SEBAGAI IDEOLOGI POLITIK
-------- Oleh Drs. Sri Agus, M.Pd. (http://serbasejarah.wordpress.com/2009/04/18/sosialisme-sebagai-ideologi-politik/)
MEDIA CETAK KOMPAS
