Selasa, 28 Oktober 2014

KEPEMIMPINAN ORGANISASI MASA DEPAN KONSEP DAN STRATEGI KEEFEKTIFAN

A.    Pendahuluan
Pada dasawarsa ini organisasi di anggap satu wadah yang sangat baik untuk semua mewujudkan atau mencapai tujuannya dengan cara bekerja sama. Tetapi hal tersebut tidak serta merta dapat berjalan dengan efektif, jika di dalam sistim kerja organisasipun tidak berjalan sesuai yang di harapkan. Sistim merupakan suatu yang bergerak, saling bekerja sama, dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu untuk menggerakan sistim tersebut, mestilah ada generator yang berfungsi sebagai mesin dan menggerakan seluruh sistim kerja di dalamnya.
Di dalam sebuah organisasi, yang di anggap sebagai generator adalah pimpinan organisasi. Pimpinan organisasi di anggap sebagai penggerak sistim organisasi maka dari itu perlulah seorang pemimpin itu memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Tidak cukup hanya itu juga, di dasawarsa ini kepemimpinan bukan hanya baik.  Tetapi seorang pemimpin mesti memiliki cara kerja yang efektif dalam mengelola organisasi nya.  
Menurut rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) bahwa efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya yang multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad yang bertujuan untuk memperoleh  karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.      Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi bawahan;
2.      Berkomunikasi secara efektif dengan bawahan;
3.      Memberi informasi apa yang di inginkan perusahaan pada diri mereka;
4.      Menetapkan standar hasil kerja yang tinggi;
5.      Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.      Memberikan peranan kepada para bawahan dalam pengambilan keputusan;
7.      Selalu memberitahukan pada bawahan terhadap kondisi perusahaan;
8.      Waspada terhadap Kondisi Moral perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.      Bersedia melalukan perubahan dalam bentuk sesuatu;
10.  Menghargai prestasi bawahan.
Setelah melihat sepuluh karektistik Kepemimpinan yang efektif tersebut di atas sekilas tanpak bahwa keefektifaan suatu pemimpin dapat di capai melalui menjalin komunikasi yang baik dengan bawahan. Tanpak ada hubungan tarik menarik, saling membutuhkan satu dengan yang lainnya sperti antara atasan dan bawahan.  Sebenarnya fenomena karakteristik diatas, sangat tanpak seperti  teori yang pernah di Kemukan oleh Piter M.Senge (Wirawan; 2014:94) yang mengemukan bahwa Learning Organizer adalah Penerapan Total Quality Manajement (TQM) di jepang yang merupakan ovolusi belajar adaptif ke pembelajaran generative. Dengan menekankan diri pada ekspirimental dan balikan secara terus-menerus (TQM) Jepang berpendapat melayani pelanggan (di baca bawahan) secara evolusi. Awal mulanya (MQT) berfokus pada fitness standard (standar kinerja bawahan) kecocokan dengan standar yaitu membuat produk (persepsi) dapat di percaya dan di kehendaki desainer Produc (pemimpin organisasi).
Maksud yang di terangkan di atas dapat di simpulkan sebagai berikut; MQT merupakan hubungan tarik menarik saling membutuhkan dan saling mengisi untuk tujuan bersama. Hal ini sebenarnya perlu ada Peran Kepemimpinan yang baik dan efektif, dapat mengeti dan mengetahui kebutuhan bawahan, kemampuan bawahan dan di tetapkan standar kerja sesuai pncapaian tujuan organisasi.
B.     Rumusan Masalah.   
Tulisan ini merupakan kajian ilmiah,mencoba untuk mengulas kembali serta menganalisa kembali permasalah Kepemimpinan Organisasi  Masa Depan Konsep dan Strategi Keefektifan. Adapun yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut;
1.       Asumsi Penulis setelah menganalisa dan mempelajari identifikasi Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan untuk menjadi seorang Pemimpin yang efektif yang di kemukakan Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) diatas, Merupakan Strategi yang sangat rumit dan belum sederhana.
2.      Dari asumsi yang penulis diatas maka selanjutnya penulis mencoba menyederhanakan identifikasi Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan untuk menjadi seorang Pemimpin yang efektif dengan menggunakan  teori-teori Organisasi Modern (terbaru) dan menganalisanya satu persatu.
C.    Landasan Teori
Untuk mengulas kembali masalah kepemimpinan di atas, maka untuk menjaga keilmiahannya perlulah berpijak pada Teori-Teori dan konsep-konsep sebagai  pondasi berpijak dari segi keilmuan. Hal ini untuk mempermudah analisa secara sistimatis. Adapun Teori-teori tersebut sebagai berikut.
Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) menerangkan bahwa efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya yang multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad yang bertujuan untuk memperoleh  karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.      Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi bawahan;
2.      Berkomunikasi secara efektif dengan bawahan;
3.      Memberi informasi apa yang di inginkan perusahaan pada diri mereka;
4.      Menetapkan standar hasil kerja yang tinggi;
5.      Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.      Memberikan peranan kepada para bawahan dalam pengambilan keputusan;
7.      Selalu memberitahukan pada bawahan terhadap kondisi perusahaan;
8.      Waspada terhadap Kondisi Moral perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.      Bersedia melalukan perubahan dalam bentuk sesuatu;
10.  Menghargai prestasi bawahan.
Piter M.Senge (Wirawan; 2014:94) mengemukan bahwa Learning Organizer adalah Penerapan Total Quality Manajement (TQM) di jepang yang merupakan ovolusi belajar adaptif ke pembelajaran generative. Dengan menekankan diri pada ekspirimental dan balikan secara terus-menerus (TQM) Jepang berpendapat melayani pelanggan (di baca bawahan) secara evolusi. Awal mulanya (MQT) berfokus pada fitness standard (standar kinerja bawahan) kecocokan dengan standar yaitu membuat produk (persepsi) dapat di percaya dan di kehendaki desainer Produc (pemimpin organisasi).
Menurut Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning Organization, Pemimpin Mempunyai Peran Kritikal yaitu sebagai Desainer, Guru dan Pramugara.
D.    Metode Penelitian.
Sifat Penelitian ini kualitatis, mencoba menganalisa data-data empirik dan mencoba membandingkan dengan teori-teori yang ada dan di analisa secara ilmiah. Lalu semua analisa yang di dapat akan penulis diskriptifkan dengan menggunakan kata-kata secara faktual.
BAB II
ANALISA KEPEMIMPINAN ORGANISASI MASA DEPAN
KONSEP DAN STRATEGI KEEFEKTIFAN
Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) bahwa efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya yang multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad yang bertujuan untuk memperoleh  karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.      Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi bawahan;
2.      Berkomunikasi secara efektif dengan bawahan;
3.      Memberi informasi apa yang di inginkan perusahaan pada diri mereka;
4.      Menetapkan standar hasil kerja yang tinggi;
5.      Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.      Memberikan peranan kepada para bawahan dalam pengambilan keputusan;
7.      Selalu memberitahukan pada bawahan terhadap kondisi perusahaan;
8.      Waspada terhadap Kondisi Moral perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.      Bersedia melalukan perubahan dalam bentuk sesuatu;
10.  Menghargai prestasi bawahan.
Melihat kesepuluh poin karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif di atas dapat di lihat bahwa terlalu melebar dan sulit di pahami. Setalah di analisa dan di pelajari bahwa sesungguhnya ke sepuluh poin di atas masuk dalam tiga poin dari konsep yang di kemukan Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning Organization, Pemimpin Mempunyai Peran Kritikal yaitu sebagai Desainer, Guru dan Pramugara.
1.      Pemimpin sebagai desainer
Pemimpin sebagai desainer atau arsitek social jarang visible, suatu peran di belakang  layar  Sebagai desainer, pertama; tugas pemimpin sebagai pendesainer organisasi adalah pendesain ide-ide tujuan, visi, nilai-nilai inti dengan apa orang akan  hidup. Kedeua ; pemimpin menentukan kebijakan , strategi dan struktur organisasi yang menerjemahkan ide-ide menjadi keputusan.
Setelah penulis fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator  Pemimpin sebagai desainer menurut Piter Senge (Wirawan; 2014:94). Setelah penulis  bandingkan dengan  Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata karakter seperti; Memberi informasi apa yang di inginkan perusahaan pada diri mereka; Menetapkan standar hasil kerja yang tinggi; Memberikan peranan kepada para bawahan dalam pengambilan keputusan; dan Bersedia melalukan perubahan dalam bentuk sesuatu. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di laksanakan, agar Kepimpinan sebagai desainer dapat terwujud pada organisasi yang modern di masa depan.  
2.      Pemimpin sebagai guru
Tanggung jawab pemimpin yang pertama adalah mendefenisikan realitas sebagai guru, Pemimpin membantu setiap orang dalam organisasi agar lebih akurat, lebih mendalam dan lebih berdaya dalam  memahami realitas, mental dan perpektif sistim. Dalam upaya ini pemimpin bertindak sebagai pelatih, pemandu dan fasilitator
Setelah penulis fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator  Pemimpin sebagai guru menurut Piter Senge (Wirawan; 2014:94). Setelah penulis  bandingkan dengan  Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata karakter seperti; Berkomunikasi secara efektif dengan bawahan; Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi bawahan; dan waspada terhadap Kondisi Moral perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di laksanakan, agar Kepimpinan sebagai guru dapat terwujud pada organisasi yang modern di masa depan.  
3.      Pemimpin sebagai Pramunegara
Sebagai pramugara pemimpin memili perasaan  alami untuk melayani orang yang di pimpinnya dan melayani orang yang di pimpinnya dan melayani tujuan lebih besar atau lebih misi organisasi melayani para pengikut yang di pimpinnya merupakan apresiasi tajam mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap mereka. Orang dapat menderita secara ekonomi dan spritual jika di pimpin oleh orang yang tidak layak. Melayani tujuan yang lebih besar berasal dari rasa tujuan yang lebih besar rasa tujuan personal dan komitmen terhadap misi organisasi. Impuls alami orang untuk belajar muncul ketika mereka berhubungan dengan sesuatu yang mereka anggap memerlukan komitmen penuh.
Setelah penulis fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator  Pemimpin sebagai desainer menurut Piter Senge (Wirawan; 2014:94). Setelah penulis  bandingkan dengan  Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata ada karakter seperti; Mengenali bawahan serta kemampuannya; Selalu memberitahukan pada bawahan terhadap kondisi perusahaan; dan Menghargai prestasi bawahan. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di laksanakan, agar Kepimpinan sebagai pramunegara dapat terwujud pada organisasi yang modern di masa depan.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada awal mulanya rumusan masalah di lakukan penulisan ini, Penulis telah berasumsi setelah menganalisa dan mempelajari identifikasi Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan untuk menjadi seorang Pemimpin yang efektif yang di kemukakan Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) diatas, Merupakan Strategi yang sangat rumit dan belum sederhana.
Setalah di analisa dan di pelajari bahwa sesungguhnya ke sepuluh poin di atas sebenarnya telah masuk dalam tiga poin dari konsep yang di kemukan Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning Organization, Pemimpin Mempunyai Peran Kritikal yaitu;
1.      Pemimpin sebagai sebagai Desainer;
2.      Pemimpin sebai Guru; dan
3.      Pemimpin sebagai Pramugara.
Secara spesifiknya semua telah di terangkan pada BAB II analisa. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di laksanakan dan ini semua merupakan strategi agar ketiga indikator Peranan Kepimpinan dapat membentuk organisasi yang modern di masa depan. Sehingga sistim organisasi dapat efektif berjalan dengan baik.
B.     Saran.
Semoga Konsep dan Strategi Keefektifan Kepemimpinan Organisasu Masa depan yang telah di tuangkan penulis di atas. Dapat di jadikan bahan pembelajaran dan menjadi harapan buat semua calon pemimpin masa depan dapat melaksanakan dengan seksama dan sebaik-baiknya sehingga hubungan tarik-menarik dalam sistim kerja organisasi dapat berjalan dengan baik dan tujuan organinasi dapat tercapai.
Karya : Wan Naziharuddin, S.Sos
 

Daftar Pustaka
Purnama, Narsya’bani ; 2005 : Kepemimpinan Organisasi Masa Depan Konsep dan Strategi Keefektifan : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia: Jakarta.
Harbani; 2013: Kepemimpinan Birokrasi : Penerbit Alfabeta : Bandung.
Wirawan, 2014 : Kepemimpinan; Pt. Raja Grasindo Persada : Jakarta.

Safiie, Inu Kencana; 2010: Etika Pemerintahan : Rineka Cipta : Jakarta.

Tidak ada komentar: