A.
Pendahuluan
Pada
dasawarsa ini organisasi di anggap satu wadah yang sangat baik untuk semua
mewujudkan atau mencapai tujuannya dengan cara bekerja sama. Tetapi hal
tersebut tidak serta merta dapat berjalan dengan efektif, jika di dalam sistim
kerja organisasipun tidak berjalan sesuai yang di harapkan. Sistim merupakan
suatu yang bergerak, saling bekerja sama, dan saling membutuhkan satu dengan
yang lainnya. Maka dari itu untuk menggerakan sistim tersebut, mestilah ada
generator yang berfungsi sebagai mesin dan menggerakan seluruh sistim kerja di
dalamnya.
Di
dalam sebuah organisasi, yang di anggap sebagai generator adalah pimpinan
organisasi. Pimpinan organisasi di anggap sebagai penggerak sistim organisasi
maka dari itu perlulah seorang pemimpin itu memiliki jiwa kepemimpinan yang
baik. Tidak cukup hanya itu juga, di dasawarsa ini kepemimpinan bukan hanya
baik. Tetapi seorang pemimpin mesti
memiliki cara kerja yang efektif dalam mengelola organisasi nya.
Menurut
rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum
dan Schmidt (Purnama:2005:124)
bahwa efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya
yang multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer
yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad
yang bertujuan untuk memperoleh
karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang
di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.
Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi
bawahan;
2.
Berkomunikasi secara efektif dengan
bawahan;
3.
Memberi informasi apa yang di inginkan
perusahaan pada diri mereka;
4.
Menetapkan standar hasil kerja yang
tinggi;
5.
Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.
Memberikan peranan kepada para bawahan
dalam pengambilan keputusan;
7.
Selalu memberitahukan pada bawahan
terhadap kondisi perusahaan;
8.
Waspada terhadap Kondisi Moral
perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.
Bersedia melalukan perubahan dalam
bentuk sesuatu;
10.
Menghargai prestasi bawahan.
Setelah melihat sepuluh
karektistik Kepemimpinan yang efektif tersebut di atas sekilas tanpak bahwa
keefektifaan suatu pemimpin dapat di capai melalui menjalin komunikasi yang
baik dengan bawahan. Tanpak ada hubungan tarik menarik, saling membutuhkan satu
dengan yang lainnya sperti antara atasan dan bawahan. Sebenarnya fenomena karakteristik diatas,
sangat tanpak seperti teori yang pernah
di Kemukan oleh Piter M.Senge (Wirawan; 2014:94) yang mengemukan bahwa
Learning Organizer adalah Penerapan Total Quality Manajement (TQM) di jepang
yang merupakan ovolusi belajar adaptif ke pembelajaran generative. Dengan
menekankan diri pada ekspirimental dan balikan secara terus-menerus (TQM)
Jepang berpendapat melayani pelanggan (di baca bawahan) secara evolusi. Awal
mulanya (MQT) berfokus pada fitness
standard (standar kinerja bawahan) kecocokan dengan standar yaitu membuat
produk (persepsi) dapat di percaya dan di kehendaki desainer Produc (pemimpin organisasi).
Maksud yang di
terangkan di atas dapat di simpulkan sebagai berikut; MQT merupakan hubungan
tarik menarik saling membutuhkan dan saling mengisi untuk tujuan bersama. Hal
ini sebenarnya perlu ada Peran Kepemimpinan yang baik dan efektif, dapat
mengeti dan mengetahui kebutuhan bawahan, kemampuan bawahan dan di tetapkan
standar kerja sesuai pncapaian tujuan organisasi.
B.
Rumusan
Masalah.
Tulisan
ini merupakan kajian ilmiah,mencoba untuk mengulas kembali serta menganalisa
kembali permasalah Kepemimpinan Organisasi
Masa Depan Konsep dan Strategi Keefektifan. Adapun yang menjadi
permasalahan adalah sebagai berikut;
1.
Asumsi Penulis setelah menganalisa dan
mempelajari identifikasi Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan untuk
menjadi seorang Pemimpin yang efektif yang di kemukakan Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124)
diatas, Merupakan Strategi yang sangat rumit dan belum sederhana.
2.
Dari asumsi yang penulis diatas maka
selanjutnya penulis mencoba menyederhanakan identifikasi
Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan untuk menjadi seorang Pemimpin yang
efektif dengan menggunakan teori-teori
Organisasi Modern (terbaru) dan menganalisanya satu persatu.
C.
Landasan
Teori
Untuk
mengulas kembali masalah kepemimpinan di atas, maka untuk menjaga keilmiahannya
perlulah berpijak pada Teori-Teori dan konsep-konsep sebagai pondasi berpijak dari segi keilmuan. Hal ini
untuk mempermudah analisa secara sistimatis. Adapun Teori-teori tersebut
sebagai berikut.
Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) menerangkan bahwa
efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya yang
multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer
yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad
yang bertujuan untuk memperoleh
karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang
di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.
Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi
bawahan;
2.
Berkomunikasi secara efektif dengan
bawahan;
3.
Memberi informasi apa yang di inginkan
perusahaan pada diri mereka;
4.
Menetapkan standar hasil kerja yang
tinggi;
5.
Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.
Memberikan peranan kepada para bawahan
dalam pengambilan keputusan;
7.
Selalu memberitahukan pada bawahan
terhadap kondisi perusahaan;
8.
Waspada terhadap Kondisi Moral
perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.
Bersedia melalukan perubahan dalam
bentuk sesuatu;
10.
Menghargai prestasi bawahan.
Piter
M.Senge (Wirawan;
2014:94) mengemukan bahwa Learning
Organizer adalah Penerapan Total
Quality Manajement (TQM) di jepang yang merupakan ovolusi belajar adaptif
ke pembelajaran generative. Dengan menekankan diri pada ekspirimental dan
balikan secara terus-menerus (TQM) Jepang berpendapat melayani pelanggan (di
baca bawahan) secara evolusi. Awal mulanya (MQT) berfokus pada fitness standard (standar kinerja
bawahan) kecocokan dengan standar yaitu membuat produk (persepsi) dapat di
percaya dan di kehendaki desainer Produc
(pemimpin organisasi).
Menurut
Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning
Organization, Pemimpin Mempunyai Peran Kritikal yaitu sebagai Desainer,
Guru dan Pramugara.
D.
Metode
Penelitian.
Sifat
Penelitian ini kualitatis, mencoba menganalisa data-data empirik dan mencoba
membandingkan dengan teori-teori yang ada dan di analisa secara ilmiah. Lalu
semua analisa yang di dapat akan penulis diskriptifkan dengan menggunakan
kata-kata secara faktual.
BAB
II
ANALISA KEPEMIMPINAN
ORGANISASI MASA DEPAN
KONSEP DAN STRATEGI KEEFEKTIFAN
Rujukan
yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan
Schmidt (Purnama:2005:124) bahwa
efektif Kepemimpinan merupakan suatu yang sulit di ukur karna sifatnya yang
multidimensional dan kualitatif. Hal ini telah di teliti terhadap 161 manajer
yang merupakan peserta Program Pendidikan manajemen pada sekolah bisnis Harvad
yang bertujuan untuk memperoleh
karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif. yang mana hasil yang
di peroleh menunjukan karakteristik pemimpin yang efektif meliputi;
1.
Pengembangan, Pelatihan dan mengayomi
bawahan;
2.
Berkomunikasi secara efektif dengan
bawahan;
3.
Memberi informasi apa yang di inginkan
perusahaan pada diri mereka;
4.
Menetapkan standar hasil kerja yang
tinggi;
5.
Mengenali bawahan serta kemampuannya;
6.
Memberikan peranan kepada para bawahan
dalam pengambilan keputusan;
7.
Selalu memberitahukan pada bawahan
terhadap kondisi perusahaan;
8.
Waspada terhadap Kondisi Moral
perusahaan dan berusaha selalu untuk meningkatkannya;
9.
Bersedia melalukan perubahan dalam
bentuk sesuatu;
10.
Menghargai prestasi bawahan.
Melihat
kesepuluh poin karakteristik-karakteristik pemimpin yang efektif di atas dapat
di lihat bahwa terlalu melebar dan sulit di pahami. Setalah di analisa dan di
pelajari bahwa sesungguhnya ke sepuluh poin di atas masuk dalam tiga poin dari
konsep yang di kemukan Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning Organization, Pemimpin
Mempunyai Peran Kritikal yaitu sebagai Desainer, Guru dan Pramugara.
1.
Pemimpin
sebagai desainer
Pemimpin sebagai
desainer atau arsitek social jarang visible, suatu peran di belakang layar
Sebagai desainer, pertama; tugas pemimpin sebagai pendesainer organisasi
adalah pendesain ide-ide tujuan, visi, nilai-nilai inti dengan apa orang
akan hidup. Kedeua ; pemimpin menentukan
kebijakan , strategi dan struktur organisasi yang menerjemahkan ide-ide menjadi
keputusan.
Setelah penulis
fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator
Pemimpin sebagai desainer menurut Piter
Senge (Wirawan; 2014:94).
Setelah penulis bandingkan dengan Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai
krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata
karakter seperti; Memberi informasi apa yang di inginkan perusahaan pada diri
mereka; Menetapkan standar hasil kerja yang tinggi; Memberikan peranan kepada
para bawahan dalam pengambilan keputusan; dan Bersedia melalukan perubahan
dalam bentuk sesuatu. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di
laksanakan, agar Kepimpinan sebagai desainer dapat terwujud pada organisasi
yang modern di masa depan.
2.
Pemimpin
sebagai guru
Tanggung jawab
pemimpin yang pertama adalah mendefenisikan realitas sebagai guru, Pemimpin
membantu setiap orang dalam organisasi agar lebih akurat, lebih mendalam dan
lebih berdaya dalam memahami realitas,
mental dan perpektif sistim. Dalam upaya ini pemimpin bertindak sebagai
pelatih, pemandu dan fasilitator
Setelah penulis
fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator
Pemimpin sebagai guru menurut Piter
Senge (Wirawan; 2014:94).
Setelah penulis bandingkan dengan Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai
krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata
karakter seperti; Berkomunikasi secara efektif dengan bawahan; Pengembangan,
Pelatihan dan mengayomi bawahan; dan waspada terhadap Kondisi Moral perusahaan
dan berusaha selalu untuk meningkatkannya. hal ini merupakan karakter-karakter
yang wajib di laksanakan, agar Kepimpinan sebagai guru dapat terwujud pada
organisasi yang modern di masa depan.
3.
Pemimpin
sebagai Pramunegara
Sebagai
pramugara pemimpin memili perasaan alami
untuk melayani orang yang di pimpinnya dan melayani orang yang di pimpinnya dan
melayani tujuan lebih besar atau lebih misi organisasi melayani para pengikut yang
di pimpinnya merupakan apresiasi tajam mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap
mereka. Orang dapat menderita secara ekonomi dan spritual jika di pimpin oleh
orang yang tidak layak. Melayani tujuan yang lebih besar berasal dari rasa
tujuan yang lebih besar rasa tujuan personal dan komitmen terhadap misi
organisasi. Impuls alami orang untuk belajar muncul ketika mereka berhubungan
dengan sesuatu yang mereka anggap memerlukan komitmen penuh.
Setelah penulis
fahami, oprasionalisasi konsep dari indicator
Pemimpin sebagai desainer menurut Piter
Senge (Wirawan; 2014:94).
Setelah penulis bandingkan dengan Rujukan yang di sampaikan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) mengenai
krakter-karakter yang di butuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Ternyata
ada karakter seperti; Mengenali bawahan serta kemampuannya; Selalu
memberitahukan pada bawahan terhadap kondisi perusahaan; dan Menghargai
prestasi bawahan. hal ini merupakan karakter-karakter yang wajib di laksanakan,
agar Kepimpinan sebagai pramunegara dapat terwujud pada organisasi yang modern
di masa depan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada awal mulanya
rumusan masalah di lakukan penulisan ini, Penulis telah berasumsi setelah
menganalisa dan mempelajari identifikasi Karakteristi-karakteristik yang di butuhkan
untuk menjadi seorang Pemimpin yang efektif yang di kemukakan Tannenbaum dan Schmidt (Purnama:2005:124) diatas, Merupakan
Strategi yang sangat rumit dan belum sederhana.
Setalah
di analisa dan di pelajari bahwa sesungguhnya ke sepuluh poin di atas
sebenarnya telah masuk dalam tiga poin dari konsep yang di kemukan Piter Senge (Wirawan; 2014:94) dalam Learning
Organization, Pemimpin Mempunyai Peran Kritikal yaitu;
1. Pemimpin
sebagai sebagai Desainer;
2. Pemimpin
sebai Guru; dan
3. Pemimpin
sebagai Pramugara.
Secara
spesifiknya semua telah di terangkan pada BAB II analisa. hal ini merupakan
karakter-karakter yang wajib di laksanakan dan ini semua merupakan strategi
agar ketiga indikator Peranan Kepimpinan dapat membentuk organisasi yang modern
di masa depan. Sehingga sistim organisasi dapat efektif berjalan dengan baik.
B.
Saran.
Semoga Konsep dan
Strategi Keefektifan Kepemimpinan Organisasu Masa depan yang telah di tuangkan
penulis di atas. Dapat di jadikan bahan pembelajaran dan menjadi harapan buat
semua calon pemimpin masa depan dapat melaksanakan dengan seksama dan
sebaik-baiknya sehingga hubungan tarik-menarik dalam sistim kerja organisasi
dapat berjalan dengan baik dan tujuan organinasi dapat tercapai.
Karya : Wan Naziharuddin, S.Sos
Daftar Pustaka
Purnama,
Narsya’bani ; 2005 : Kepemimpinan
Organisasi Masa Depan Konsep dan Strategi Keefektifan : Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Indonesia: Jakarta.
Harbani; 2013: Kepemimpinan Birokrasi : Penerbit Alfabeta : Bandung.
Wirawan, 2014 : Kepemimpinan; Pt. Raja Grasindo Persada : Jakarta.
Safiie, Inu Kencana;
2010: Etika Pemerintahan : Rineka Cipta : Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar